Dec 14 2007
Altimo Ambisi Beli Saham Indosat
| Kamis, 06-12-2007 | 05:01:25 | |
|
JAKARTA, TRIBUN - Raksasa perusahaan telekomunikasi asal Rusia, Altimo Alfa Group, diam- diam menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk bersiap melakukan pembelian kembali (buy back) saham Indosat Tbk dari tangan Temasek Holdings. Rencana ini menyusul vonis hukuman yang dijatuhkan majelis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang mengharuskan Temasek melepas kepemilikan silangnya di PT Indosat Tbk atau PT Telkomsel. Kesepakatan gandeng tangan melakukan buy back itu diformalkan dalam penandatanganan sebuah nota kesepahaman (MoU) kedua pihak di hotel bintang lima Ritz Carlton, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12) lalu. Yang menarik, momen kesepakatan ini ternyata juga ‘direstui’ oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, Menkominfo Muhammad Nuh menjadi salah stau undangan yang turut hadir menyaksikan penandatangan MoU tersebut. Hadir di acara ini, sejumlah pengusaha muda Rusia, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail M Belly, Ketua Umum Pengurus Pusat HIPMI Sandiaga Uno, Direktur Regional Altimo Alfa Group Rusia, Suharto serta Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono. Faisal Zaid, humas HIPMI dalam keterangan persnya, Rabu (5/12) kemarin menyebutkan, MoU HIPMI-Altimo berisi tiga poin kesepakatan penting. Pertama, kedua pihak sepakat bekerja sama untuk membeli saham Telkomsel/Indosat terkait keputusan vonis KPPU. “Dalam MoU disepakati pengusaha muda RI yang tergabung dalam HIPMI akan menguasai sekitar 5 persen saham diantara Indosat dan Telkomsel sedang Altimo Alfa Group akan menguasai 30 persen saham di Telkomsel dan 36 persen di Indosat. “Altimo, melalui Alfa Bank miliknya, sepakat mengucurkan kredit kepada pengusaha muda Indonesia untuk membiayai pembelian saham kedua operator seluler terbesar di Indonesia tersebut,” kata Faisal Zaid. Kesepakatan ketiga, HIPMI akan mendorong divestasi saham PT Telkom Tbk demi mempercepat pertumbuhan bisnis telekomunikasi di Indonesia. Sandiaga Uno mengatakan, posisi Altimo ke depan sangat strategis bagi Indonesia terutama untuk mendorong jalinan kerjasama bisnis pengusaha RI dan Rusia yang sempat terputus sejak peristiwa G 30 S PKI. Perekonomian Rusia, dinilai Sandiaga Uno cukup kuat dan saat ini terus berkembang. Ke depan, Rusia bisa menjadi mitra alternatif berbisnis bagi pengusaha muda Indonesia tanpa harus selalu bergantung dengan mitra dari Amerika Serikat, China dan Jepang. (Persda Network/fin) |
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!





