Dec 14 2007
KEDATANGAN PUTIN KE JAKARTA DAN KEPENTINGAN ALTIMO
Pernyataan Sikap terkait kunjungan Vladimir Putin :Menentang skenario pembelian Indosat secara tidak patut oleh Altimo Alfa Group Rusia & penyingkiran Pemerintah RI sebagai pemilik saham Indosat
Kekhawatiran bahwa kunjunangan Presiden Rusia Vladimir Putin diboncengi Altimo Alfa Group (kelompok usaha dengan track record perilaku buruk) menjadi kenyataan. Beberapa media massa memberitakan bahwa Altimo dan induk usahanya Alfa Group akan segera berinvestasi di Indonesia.
Secara umum masuknya investasi adalah suatu hal yang patut disyukuri, namun bukan berarti kita tidak harus memfilter investor mana saja yang bisa kita terima dan investor mana yang harus kita waspadai karena mempunyai track record perilaku bisnis yang tak baik.
Beberapa bulan belakangan ini ramai digunjingkan bahwa Altimo Alfa Group telah melakukan praktek bisnis tidak patut dengan menunggangi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang tengah memeriksa Temasek Holding dengan tuduhan monopoli sektor komunikasi seluler.Diduga motif Altimo Alfa Group yakni membuat Temasek dihukum dan kemudian Altimo mengambilalih saham Temasek di Indosat sebesar 41,94 %.
I. REPUTASI BURUK ALTIMO ALFA GROUP DI DUNIA BISNIS INTERNASIONAL
Awal Agustus 2007 lalu, Altimo baru saja dikalahkan dalam persidangan Arbitrase Internasional di New York. Altimo digugat ke Arbitrase Internasional oleh Telenor (perusahaan telekomunikasi asal Norwegia) karena melanggar kesepakatan pemegang saham terkait dengan investasi patungan di operator mobile Ukraina, Kyivstar G.S.M. Telenor merupakan pemilik mayoritas Kyivstar, memegang 56,5% saham, sementara Altimo memegang 43,5% saham.
Arbitrase Internasional meminta Altimo melepaskan hak kepemilikan sahamnya di perusahaan pesaing Kievstar. Altimo diharuskan memilih antara menjual sahamnya di Kievstar atau mengurangi sahamnya di operator Sistem Radio Ukraina sampai 5% (100% cabang VimpelCom, di mana Altimo memiliki 44% saham voting) dan di Turkcell, operator mobile Turki (Altimo memiliki 13,4% saham di Turkcell, 54,8% di Astelite, Ukraina).
Tidak mudah bagi Altimo untuk memilih. Di satu sisi, nilai saham Altimo di Kievstar sekitar $ 3,4 milyar, sementara total sahamnya di Ukraine Radio System dan Turkcell hanya senilai $ 2,5 milyar. Di sisi lain, sejak 2005 Altimo telah berupaya keras membeli saham Turkcell dan membuat VimpelCom membeli Ukraine Radio System (Telenor mencoba menggagalkan transaksi tersebut). Selain itu, saat ini Altimo ingin menguasai saham Turkcell.
Telenor mengajukan gugatan arbitrase, yang diatur berdasarkan peraturan arbitrase UNCITRAL (United Nations Commission on International Trade Law), pada Februari 2006. Dalam Perjanjian Pemegang Saham, baik Telenor maupun Altimo setuju untuk menyelesaikan perselisihan pada sidang arbitrase tersebut.
Pemicu gugatan Telenor kepada Altimo adalah sulitnya pengambilan keputusan di Kyivstar akibat Altimo tidak mau ikut ambil bagian dalam manajemen strategis perusahaan. Selain itu diduga kuat Altimo telah menyuap para wartawan, mengobarkan nasionalisme, dan mendistorsi kebenaran dalam upaya menguasai bisnis jaringan mobile di Ukraina, yang dimiliki secara patungan oleh dua perusahaan.
Diduga kuat taktik Altimo ” menggembosi ” Kyevstar adalah untuk membuat Kyevstar semakin hancur dan akhirnya memerlukan penambahan modal yang besar. Pada saat penambahan modal tersebut Altimo akan menyediakan dana yang besar sehingga susunan kepemilikan saham berubah, Altimo yang tadinya minoritas akan menjadi mayoritas karena mengeluarkan dana tambahan (topped up capital) dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada Telenor. Lambat laun Altimo akan menguasai Kyevstar sepenuhnya dan Telenor akan disingkirkan karena sahamnya terus terdelusi.
II. DIKHAWATIRKAN ALTIMO AKAN ”MENGGEMBOSI” INDOSAT UNTUK KEMUDIAN MENGUASAI INDOSAT DAN MENYINGKIRKAN PEMERINTAH RI.
Menurut berbagai surat kabar terkemuka di Rusia, Altimo Alfa Group akan ikut serta dalam delegasi Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan berkunjung ke Indonesia 6 September 2007. Altimo akan meminta Putin turut melobby pemerintah Indonesia agar mau membantu Altimo membeli Indosat.
Cara cara kotor yang dilakukan Altimo di Ukraina tersebut dapat menjadi gambaran betapa bahayanya jika Altimo dibiarkan berinvestasi di Indonesia dengan membeli 41,94 % saham Temasek di Indosat.
Secara sepintas, desas desus skenario kerja-sama yang akan ditawarkan kepada Pemerintah Indonesia tampak menggiurkan. Skenario tersebut adalah Altimo akan mendanai pembelian 41,94 % saham Temasek di Indosat. Dari 41,94 % saham tersebut maka pemerintah Indonesia mendapat 15 % . Jika ditambah 15 % saham pemerintah yang saat ini ada di Indosat, maka saham pemerintah akan menjadi 30 % . Dan saham Altimo menjadi 26,94 %.
Namun pemberian saham 15 % dari Altimo bukanlah gratis melainkan harus dibayar dengan deviden pemerintah Indonesia. Sementara saham milik pemerintah sebesar 30 % akan dijadikan koleteral. Pada saat itulah dikhawatirkan Altimo akan mempraktekkan skenario seperti yang dilakukan di Kyevstar.
Altimo akan menggembosi Indosat sehingga merugi terus dan akan memerlukan penambahan modal. Altimo akan mengucurkan modal tambahan (topped up Capital) dan saham pemerintah akan terdelusi. Selanjutnya pemerintah RI tak bisa membayar hutang dan harus melepas 30 % saham yang merupakan koleteral. Pada akhirnya Altimo akan menguasai Indosat sepenuhnya.
Kekalahan Altimo di Arbitrase Internasional adalah bukti konkrit bahwa Altimo tidak memiliki track record baik dalam menjalankan bisnisnya. Apabila Altimo diizinkan berinvestasi di Indonesia dengan cara membeli Indosat secara tidak patut maka yang akan menjadi korban adalah pelanggan Indosat yang notabene adalah rakyat Indonesia.
Sangat dikhawatirkan bila Altimo berhasil membeli saham Indosat, maka Altimo hanya akan mencari untung sebesar-besarnya dengan menghalalkan segala cara.
Berdasarkan uraian argumentasi di atas, degan ini kami menyatakan sikap :
- Menyerukan kepada Presiden SBY , Wapres JK serta pejabat negara terkait untuk sangat berhati-hati dalam memberikan kesempatan kepada Altimo Alfa Group menanamkan investasinya di Indonesia.
- Mengingatkan kepada pelaku bisnis swasta maupun BUMN untuk sangat berhati-hati bila bekerja sama dengan Altimo Alfa Group, jangan memberikan kesempatan kepada Altimo Alfa Group untuk melakukan praktek bisnis tak patut.
- Kami meminta kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Duta Besar Rusia Alexander Ivanov untuk tidak memfasilitasi kelompok usaha dengan track record buruk untuk dapat berbisnis di Indonesia.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!





