Dec 14 2007
Memilih kartu telepon pra bayar
Kamis,09 Ags 2000
G.Sujayanto/A.Hery Suyono
| Badai krismon memberi pukulan telak pada masyarakat yang berpendapatan tetap. Mau tak mau banyak orang kian mengencangkan ikat pinggang. Hasil telaah MarkPlus mengisyaratkan, gelombang krismon memaksa orang mengurangi pengeluaran yang tak perlu. Untuk sampo saja mereka mengurangi sampai 13,7%, koran 46%, makanan cepat saji 90,8%, buah impor 86,2%, dan telepon atau ponsel sampai 64,4%.
Pengurangan 64,4% dalam penggunaan telepon dan ponsel (telepon seluler) itu jelas memukul para operator telepon yang sedang giat-giatnya mengembangkan usaha. Akibatnya, pertumbuhan pelanggan melambat seiring dengan makin melemahnya daya beli. Untuk mempertahankan pertumbuhan itu, operator telepon seluler yakni PT Telkomsel, PT Satelindo, dan GSM XL meluncurkan kartu telepon prabayar (prepaid), masing-masing bernama SimPATI, Mentari, dan Pro-XL. Namun, krisis ekonomi bukan satu-satunya alasan di balik lahirnya kartu prabayar. Alasan lain lantaran operator ponsel sering mengalami kesulitan melacak alamat pelanggan yang sengaja ngemplang. Ketika alamat yang tercantum pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dilacak, si empunya sudah kabur. Waktu itu, untuk memburu target, operator seluler memang mengendurkan persyaratan. Yang harusnya tujuh syarat bisa ditawar menjadi empat syarat, misalnya. KTP tidak ada, ya, diloloskan. V. Elisawati, Manajer Humas PT Excelcomindo Pratama melihat adanya keterbatasan dalam sistem pascabayar. Pelanggan harus datang dan menyerahkan KTP. ‘Ini yang tidak bisa dipenuhi beberapa pihak. Soalnya, banyak terjadi orang yang ber-KTP Surabaya mau berlangganan di Jakarta selama beberapa bulan. Tapi tidak bisa karena terbentur persyaratan KTP. Lalu ada anak-anak muda yang belum punya KTP tapi sudah punya telepon genggam. Atau mereka yang ingin berlangganan sementara lantaran sedang ada proyek,’ katanya. Berbagai hal di atas semakin mempercepat munculnya kartu prabayar yang di Eropa sudah menjadi layanan alternatif. Pun secara teknologi kartu ini bukan sesuatu yang baru. Yang pasti dengan kartu prabayar, konsumen tidak perlu repot menyediakan berbagai persyaratan administrasi, semisal KTP, pasfoto, kopi kartu kredit. Kemudahan lain, pelanggan tidak perlu keluar uang untuk biaya abonemen. Konsekuensinya, kartu prabayar ini membuat operator seluler tidak tahu lagi pelanggannya secara pasti. Soalnya, hubungan dengan pelanggan nyaris tak ada lagi. Paling-paling lewat customer service jika ada keluhan pemakaian. Paket ulang hingga Rp 1 juta Kalau berminat, proses pembelian kartu prabayar ini relatif mudah, seperti membeli kartu telepon saja. Pertama membeli, Anda akan mendapatkan apa yang disebut dengan paket awal. Paket ini berisi kartu SIM - untuk membuka hubungan dengan operator seluler, dan kupon awal berisi pulsa. Paket perdana SimPATI (sistem komunikasi tepat dan pasti), berisi kartu SimPATI yang memiliki nomor panggil, voucher perdana, dan brosur info. Kartu SimPATI berkapasitas 3 kilobyte yang dapat menyimpan 44 nama di memori kartu. Selain itu sebanyak empat pesan bisa disimpan dalam bentuk SMS (short message service) dan voicemail. Bila memori pesan sudah penuh, untuk menyimpan pesan baru beberapa pesan lama yang ada harus dihapus. SimPATI menyediakan dua paket awal Rp 125.000,- (dengan masa aktif 10 hari dan masa tenggang 30 hari), dan Rp 200.000,- (dengan masa aktif 10 - 30 hari dan masa tenggang 30 hari). Paket awal Pro-XL Rp 150.000,- dengan masa aktif 14 hari dan masa tenggang 30 hari. Harga paket awal Mentari Rp 137.000,- (Rp 125.000,- + Ppn 10%). Masa aktif paket awal ini enam bulan dengan masa tenggang 30 hari. Artinya, selama enam bulan Anda dapat melakukan panggilan (menelepon) maupun menerima panggilan (menerima telepon). Sesudah masa itu pulsanya habis, namun Anda diberi waktu tambahan masa aktif selama 30 hari berikutnya kendati hanya untuk menerima saja. Kalau selama 30 hari itu tidak segera membeli kupon isi ulang, nomor Anda bisa lenyap. Paket ulang Mentari ada empat macam dengan total nilai pulsa Rp 100.000,-, Rp 250.000,-, Rp 500.000,-, dan Rp 1 juta. Masing-masing ditambah PPn 10% dengan masa aktif enam bulan dan masa tenggang 30 hari. SimPati menyediakan dua macam paket ulang Rp 100.000,- dan Rp 200.000,- dengan masa aktif masing-masing 30 dan 60 hari dengan masa tenggang 30 hari. Pro-XL menawarkan dua paket ulang Rp 100.000,- plus PPn 5% dengan masa aktif dan tenggang 45 dan 30 hari. Plus paket Rp 300.000,- dengan PPn 10% dengan masa aktif 90 hari dan masa tenggang 30 hari. Bila dilihat kemampuan jelajahnya (roaming) Mentari bisa menjangkau seluruh jaringan Satelindo yang ada di Jawa. Sedangkan SimPATI hanya bisa digunakan di wilayah tempat dikeluarkannya kartu. Misalnya, bila Anda membeli SimPATI di Jakarta, kartu hanya bisa digunakan di wilayah Jakarta. Jika Anda membawanya ke luar kota, Bandung atau Semarang misalnya, ya nggak nyambung. Tetapi SimPATI yang dibeli di area Jabotabek menguntungkan, terutama bagi yang sering berada dan tinggal di pinggiran Jakarta. Sebab, hubungan se-Jabotabek, Puncak, Karawang, Purwakarta, Sukamandi dan sekitarnya dihitung lokal saja. Kartu Pro-XL bisa digunakan roaming di semua tempat sepanjang ada jaringan GSM-XL. Kartu yang dibeli di Jakarta bisa dipakai di Surabaya atau Denpasar. Pro-XL juga bisa dipindah ke kartu reguler dengan nomor yang sama, dan sebaliknya; hal yang tidak dimiliki SimPATI. Mentari bisa dipindah ke kartu biasa, tapi tidak sebaliknya. Pro-XL cocok bagi yang sering bepergian ke luar kota karena, ketika dipanggil, tak akan terkena tarif SLJJ. Baru kalau memanggil, akan terkena. Sebaliknya, Mentari kalau dipakai di luar kawasan pembelian, akan terkena tarif SLJJ baik ketika memanggil maupun dipanggil. Produk untuk pelanggan sibuk Pengguna kartu prabayar juga perlu mencermati tarif percakapan. Contohnya, untuk percakapan ke telepon rumah, lokal, Mentari memasang biaya Rp 398 per menit, Pro-XL Rp 775/menit, dan Telkomsel Rp 675/menit. Pulsa Mentari dihitung per detik, SimPATI per 60 detik, dan Pro-XL per 30 detik. Dalam kasus panggilan telepon kurang dari dua detik, maka untuk Mentari dihitung per detik, untuk SimPATI dihitung 60 detik, sedang Pro-XL bebas pulsa. Pro-XL memperlakukan tarif standar (08.00 - 22.00) dan ekonomis (22.00 - 08.00), tapi SimPATI tidak membedakan tarif jam sibuk maupun tidak. Satelindo memperkenankan pulsa negatif. Artinya, pemakai kartu prabayar Mentari bisa menggunakan kartu untuk menelepon melebihi jatah pulsa yang tersedia. Bahkan bisa juga menelepon ke luar kota atau ke luar negeri, walaupun jumlah pulsa pada kartunya sebenarnya tidak mencukupi. Tapi, jangan salah, ketika kartu diisi ulang dengan voucher baru, pulsa yang baru dimasukkan akan ditelan sejumlah utang yang dimiliki. V. Elisawati dari Pro XL menjelaskan, mereka yang sebelumnya mengeluarkan biaya telepon genggam kurang dari Rp 150.000,- per bulan dengan pembayaran di belakang, dianjurkan beralih ke kartu prabayar karena lebih hemat. Sebaliknya, bila pengeluarannya di atas itu, tetap dengan pembayaran sistem lama. Menurut Elisawati, kita biasanya kurang disiplin sehingga operator telepon perlu memberi peringatan tertulis SMS atau lewat voice mail jika pulsanya tinggal sedikit. Bila Anda menggunakan SimPATI, peringatan berupa suara akan terdengar bila nilai kredit kurang dari Rp 10.000,-. Setiap kali akan melakukan panggilan, maka sebelum panggilan itu tersambung, penelepon akan selalu mendengar pemberitahuan ihwal nilai kreditnya yang harus diisi kembali. Ada juga peringatan tertulis yang diberikan sekali saja yaitu ketika masa aktif atau masa isi ulang tersisa lima hari menjelang jatuh tempo. Nah, untuk memudahkan pelanggan, XL bekerja sama dengan Bank Bali mulai 1 November 1998 meluncurkan layanan Tele Pro-XL. Pelanggan yang sibuk dan tidak sempat membeli voucher isi ulang di konter penjualan voucher, bisa melakukan pengisian ulang hanya dengan menghubungi 188 lewat telepon seluler XL. Operator akan menanyakan kartu kredit (Visa atau Mastercard terbitan bank di Indonesia) atau nomor Bali Akses yang dimiliki pelanggan. Setelah melakukan verifikasi pembayaran, dalam beberapa menit operator akan memberikan angka rahasia 14 digit. Lalu pelanggan bisa melakukan proses isi ulang seperti biasa dengan menghubungi 123, dan pulsa pelanggan akan bertambah sesuai dengan permintaan. ‘Prinsipnya, di tengah kesibukan, kemacetan lalu lintas, atau di tengah malam sekalipun, pelanggan dapat dengan mudah mengisi ulang pulsanya, karena layanan Tele Pro-XL berlangsung 24 jam,’ kata Kusnadi Sukarja, Direktur Marketing dan Sales PT Excelcomindo Pratama. |
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!





